K-Touch E60 Handphone dilengkapi Fitur PictBridge



Jangan heran apabila awal dari produk handphone dari Cina berasal dari industri rumahan yang kemudian berkembang dengan seiring dukungan pemerintah. Cina bertekad menjadi salah satu negara yang paling aktif mengembangkan Teknologi, Teknologi Cina dinilai cukup maju dalam menghasilkan produk-produk hasil usaha kecil dan menengah.Berbeda dengan kebanyakan ponsel yang pernah Sinyal coba, kamera pada ponsel K-Touch E60 dilengkapi penutup sehingga lebih aman dan bersih dari debu. Tinggal geser-putar ke kiri atau kanan untuk menutup atau membuka, tapi itu tak otomatis mengaktifkan fungsi kamera.

Lampu di dekat kamera sebetulnya diutamakan sebagai senter, meskipun dipakai pula sebagai lampu tambahan. Tombol kamera pun berfungsi ganda. Jika hanya dipencet sekali, ponsel akan mengaktifkan kamera. Tetapi bila tombol dipencet-tahan, lampu akan menyala sebagai senter. O ya, ada sensor cahaya di kiri atas layar.

Diklaim beresolusi 3MP, kita dapat mengambil foto berukuran maksimal 2048x1536 dan video berukuran maksimal 352x288. Yang patut dicatat dari setting untuk foto adalah adanya moda Close-Up di Scene Mode. Setting lain, foto maupun video, masih sama seperti umumnya ponsel lokal.

Di Camera, kita bisa mengatur setting dengan mengetuk icon di layar (termasuk menjepret foto); atau pencet keypad sesuai angka yang tertera di depan icon tadi. O ya, lensa telah dilengkapi auto-focus; tetapi agaknya hanya berfungsi di Camera.

Fasilitas pendamping yang penting diketahui adalah PictBridge. Ini sangat praktis untuk cetak foto tanpa perantaraan PC. Tinggal hubungkan ponsel via kabel data ke printer, lalu pilih PictBridge di USB Config. Bluetooth di ponsel ini bisa dipakai untuk Answering Call via Bluetooth, Listen MP3 via Bluetooth Headset dan Transfer File. Slot MicroSD tersembunyi di balik batere sehingga menyulitkan mereka yang senang cabut-pasang kartu.

Layar sentuh cukup lega untuk melihat foto maupun menonton video. Layar tidak dikorupsi oleh deretan icon permanen. Namun saat ponsel menyala, sisi bawah layar tetap ditempati deretan icon bergambar empat titik (menu utama), amplop (Messages), telepon (keypad virtual), dan orang (all contacts). Stylus yang tersimpan di ujung bawah kanan bodi mudah dijangkau. Adanya menu TV out seharusnya memungkinkan kita "menampilkan" isi layar di TV. Namun Sinyal tidak melihat port atau konektor untuk TV tersebut.

Yang menarik, navigasi berupa joystick. Namun fungsi pintasan tetap serupa, yaitu geser ke atas membuka Audio Player, bawah membuka Search Entry, kiri membuka Message History, dan kanan membuka Bluetooth. Semua pintasan dapat diubah dari Dedicated key. Memencet joystick di tengah akan membuka Shortcuts.

Tombol di atas tombol Call diperuntukkan FM Radio, sementara tombol di atas tombol End Call diperuntukkan Fun & Games. Sinyal tidak menemukan cara untuk mengubah pintasannya. Keypad bersusun 4 tombol untuk ke-3 baris. Jika membuka kunci keypad masih dengan memencet menu kanan lalu pencet Call, maka menguncinya agak beda : pencet End Call, lalu pencet Call.

Suara agaknya diberi perhatian lebih oleh K-Touch. Ada speaker tambahan di kiri-kanan bawah kamera. Tombol volume 2-arah di kiri bodi lebih nyaman bagi mereka yang kidal. Equalizer di unit demo yang Sinyal terima mantap dalam memoles suara yang dihasilkan. Masih soal efek suara, ada lagi Call Background Sound, Reverb Effect dan 3D Surround. Sekadar catatan, Reverb Effect dan 3D Surround tak bisa dipakai bersamaan.

Di luar itu, ada Time Speaker (khusus bahasa Cina) yang "membacakan" jam, InCallLeaveWord sebagai mesin penjawab telepon, Tts (Text to speech) yang membacakan nomor telepon, dan ASR (Automated Speech Recognition) dan Human Voice Prompt. Radio di ponsel bisa dijadwal agar aktif sesuai jadwal yang kita mau; selain merekam terjadwal.
.

Related Posts by Categories



Design by Blogger Templates