Spectra Vertex DV5 charger tidak digaransi

Perang harga di camera digital semakin memanas. Namun, saat ini telah muncul beberapa produk camera yang menawarkan solusi harga murah dengan kualitas yang sedang. Banyak produk yang apabila tidak jeli memilih dipastikan akan menyesal di kemudian hari. Kini hampir semua orang memiliki kamera digital. Salah satu yang bisa dipilih adalah. perangkat bermodel pistol yang bernama Spectra Vertex DV5. Apa sih yang ditrawarkannya?
Hal pertama yang dikedepankan Vertex DV5 adalah lensa dengan sensor 8 megapixel. Untuk penggunaan sehari-hari, hal ini sebenarnya lebih dari cukup. Anda bisa menangkap dan mencetak gambar dengan ukuran yang cukup besar. Anda dapat memperbesar obyek dengan zoom digital sampai 8x. Sayang perbesaran ini hanya bersifat interpolasi sehingga kurang maksimal untuk hasil yang sangat detail.
Untuk melihat obyek yang ditangkap, Anda hanya dapat melakukannya melalui layar TFT LCD 2,4” dengan membukanya. Anda dapat memutar layarnya sampai 270 derajat.
Secara default piranti ini akan berfungsi sebagai video recorder. Anda dapat mengubahnya dengan menekan tombol mode. Karena lebih ditujukan untuk pengguna awam, praktis tidak ada pilihan manual yang berarti yang diberikannya. Jadi sebaiknya digunakan saat cahaya yang ada cukup terang.
Memang, perangkat ini dilengkapi pula dengan lampu sebagai penerang tambahan (bisa juga lho berfungsi sebagai senter!), tetapi kurang signifikan untuk keadaan yang sangat gelap. Untuk menyesuaikan kebutuhan saat pengambilan foto, Anda dapat memilih mode capture dengan pilihan single, burst, dan AEB (dua terakhir adalah pengambilan gambar secara berulang-ulang yang dapat digunakan untuk menangkap obyek bergerak).
Vertex DV5 dapat pula berfungsi sebagai Voice recorder. Anda juga dapat mendengarkan musik MP3 favorit dengan perangkat benuansa silver ini. Sangat menyenangkan bagi yang gemar jalan-jalan bukan?
Anda dapat pula memutar file video MPEG4 dengan format .ASF. Tersedia port earphones dan AV out. Sayang ukurannya bukan 3,5mm yang umum dipakai oleh masyarakat di Indonesia.
Untuk mengkoneksikannya ke PC, gunakan kabel USB yang disediakan. Selain untuk proses transfer file, Anda dapat memilih fungsi PC cam. Saat mencobanya saat PC tidak terkoneksi internet, kami tidak menemukan masalah. Akan tetapi, saat mencobanya dengan YM, kami tidak berhasil menampilkan gambar. Untuk cetak foto dengan cepat dan mudah, manfaatkan fitur PictBridge.
Clue : menghimbau kepada sidang pembaca agar berhati-hati dengan produk merk Spectra Vertex DV1 karena aksesoris produknya bermasalah dan itu tidak digaransi. Yang digaransi hanya Camcorder sedang charger walaupun kualitasnya jelek dan baru berusia 2 minggu tetap tidak diganti.
Hal pertama yang dikedepankan Vertex DV5 adalah lensa dengan sensor 8 megapixel. Untuk penggunaan sehari-hari, hal ini sebenarnya lebih dari cukup. Anda bisa menangkap dan mencetak gambar dengan ukuran yang cukup besar. Anda dapat memperbesar obyek dengan zoom digital sampai 8x. Sayang perbesaran ini hanya bersifat interpolasi sehingga kurang maksimal untuk hasil yang sangat detail.
Untuk melihat obyek yang ditangkap, Anda hanya dapat melakukannya melalui layar TFT LCD 2,4” dengan membukanya. Anda dapat memutar layarnya sampai 270 derajat.
Secara default piranti ini akan berfungsi sebagai video recorder. Anda dapat mengubahnya dengan menekan tombol mode. Karena lebih ditujukan untuk pengguna awam, praktis tidak ada pilihan manual yang berarti yang diberikannya. Jadi sebaiknya digunakan saat cahaya yang ada cukup terang.
Memang, perangkat ini dilengkapi pula dengan lampu sebagai penerang tambahan (bisa juga lho berfungsi sebagai senter!), tetapi kurang signifikan untuk keadaan yang sangat gelap. Untuk menyesuaikan kebutuhan saat pengambilan foto, Anda dapat memilih mode capture dengan pilihan single, burst, dan AEB (dua terakhir adalah pengambilan gambar secara berulang-ulang yang dapat digunakan untuk menangkap obyek bergerak).
Vertex DV5 dapat pula berfungsi sebagai Voice recorder. Anda juga dapat mendengarkan musik MP3 favorit dengan perangkat benuansa silver ini. Sangat menyenangkan bagi yang gemar jalan-jalan bukan?
Anda dapat pula memutar file video MPEG4 dengan format .ASF. Tersedia port earphones dan AV out. Sayang ukurannya bukan 3,5mm yang umum dipakai oleh masyarakat di Indonesia.
Untuk mengkoneksikannya ke PC, gunakan kabel USB yang disediakan. Selain untuk proses transfer file, Anda dapat memilih fungsi PC cam. Saat mencobanya saat PC tidak terkoneksi internet, kami tidak menemukan masalah. Akan tetapi, saat mencobanya dengan YM, kami tidak berhasil menampilkan gambar. Untuk cetak foto dengan cepat dan mudah, manfaatkan fitur PictBridge.
Clue : menghimbau kepada sidang pembaca agar berhati-hati dengan produk merk Spectra Vertex DV1 karena aksesoris produknya bermasalah dan itu tidak digaransi. Yang digaransi hanya Camcorder sedang charger walaupun kualitasnya jelek dan baru berusia 2 minggu tetap tidak diganti.
Posted at 06:22 | Label: Camera Digital |
Sony HDR-TG1 Begitu Munggil Dengan Teknologi Tinggi

Jepang negara anggota kelompok G7 alias negara maju, semakin mengedepankan jati dirinya sebagai negara penggusung teknologi yang serba pertama. Sony Handycam High Definition merupakan camcorder yang diklaim mempunyai teknologi yang paling canggih.Berdasarkan teknologi encoding AVCHD, HDR-CX12 dapat menghasilkan hasil rekaman 1920 x 1080i Full HD yang memukau dan gambar photo berkualitas 10.2 megapixel. Sebagai tambahan, HDR-CX12 memiliki sensor ClearVidTM CMOS dengan teknologi yang diadaptasi dari ExmorTM. Hasilnya jika digabungkan dengan mesin olah gambar BIONZTM adalah hasil video dan hasil photo dengan sensitifitas tinggi dan rendah noise.
Sebagai camcorder pertama di dunia dengan teknologi Smile Shutter, HDR-CX12 dapat mendeteksi senyuman pada saat merekam suatu adegan video dan secara otomatis akan mengambil foto dari adegan tersebut. Pengaturan sensitifitas senyuman dan prioritas senyuman memungkinkan penggunanya untuk mengatur tingkatan pendeteksian senyuman dan fokus pada subyek.
Camcorder ini juga memiliki Optical SteadyShot yang memungkinkan penggunanya untuk mengambil video yang bebas anpa harus mengurangi kualitas gambar. Selain itu, mesin olah gambar BIONZ mendukung teknologi Face Detection yang secara otomatis akan mengoptimalkan fokus, exposure, dan warna kulit pada saat pengambilan gambar diam dan gambar bergerak.
Smooth Slow Recording yang dapat merekam hingga 240 fps (fields per second) memungkinkan penggunanya untuk merekam video berdurasi tiga detik sebagai sebuah video bergerak lambat sepanjang 12 detik yang halus. Fungsi Dual Recording memungkinkan penggunanya untuk mengambil gambar photo berkualitas 7.6 megapixel pada saat sedang merekam video HD.
“Sebagai pimpinan di bidang camcorder High Definition, Sony terus berupaya untuk mengembangkan dan memperbanyak jajaran Handycam dengan tujuan untuk memberikan teknologi imaging yang sesuai dengan keinginan konsumen,” ucap Mr. Kazuo Sawachi, General Manager, Marketing Division Head, PT Sony Indonesia. “HDR-CX12 mendefinisikan kembali konsep camcorder dengan Handycam pertama yang berteknologi Smile Shutter dan Face Detection.”
Agar hasil gambar yang jernih selaras dengan hasil kualitas audionya, zoom microphone yang terdapat pada camcorder ini menawarkan suara surround yang dapat mengimbangi hasil resolusi gambarnya yang tinggi. Berkat dukungan 5.1 channel Dolby Digital surround sound, zoom microphone memfokuskan pengambilan suara dengan meningkatkan volume suara pada saat penggunanya merekam dan sedang zoom ke obyek pengambilan gambarnya. Hasil kualitas audio rekaman yang didapatkan akan terdengar jernih dan jelas. Dengan menggunakan wireless microphone yang dijual terpisah, penggunanya akan dapat merekam suara dari kejauhan dengan tepat, bahkan di lokasi berkondisi padat sekalipun.
Seperti pada pendahulunya, Handycam ini dibuat dengan memikirkan kemudahan pengambilan video dan pemutaran kembali. Dengan fitur BRAVIA Sync, video dan photo dari Handycam dapat dilihat langsung pada TV LCD BRAVIA yang kompatibel cukup dengan menyambungkan kedua alat menggunakan kabel HDMI dan remote control BRAVIA. Konsumen juga akan dapat melihat gambar-gambar photo yang sangat terperinci, lebih ekspresif, dengan warna dan tekstur lembut berkat adanya fungsi Photo TV HD. Fungsi ini dapat digunakan hanya dengan menyambungkan Handycam dengan TV LCD BRAVIA yang kompatibel menggunakan kabel HDMI atau kabel komponen audio video.
Sebagai camcorder pertama di dunia dengan teknologi Smile Shutter, HDR-CX12 dapat mendeteksi senyuman pada saat merekam suatu adegan video dan secara otomatis akan mengambil foto dari adegan tersebut. Pengaturan sensitifitas senyuman dan prioritas senyuman memungkinkan penggunanya untuk mengatur tingkatan pendeteksian senyuman dan fokus pada subyek.
Camcorder ini juga memiliki Optical SteadyShot yang memungkinkan penggunanya untuk mengambil video yang bebas anpa harus mengurangi kualitas gambar. Selain itu, mesin olah gambar BIONZ mendukung teknologi Face Detection yang secara otomatis akan mengoptimalkan fokus, exposure, dan warna kulit pada saat pengambilan gambar diam dan gambar bergerak.
Smooth Slow Recording yang dapat merekam hingga 240 fps (fields per second) memungkinkan penggunanya untuk merekam video berdurasi tiga detik sebagai sebuah video bergerak lambat sepanjang 12 detik yang halus. Fungsi Dual Recording memungkinkan penggunanya untuk mengambil gambar photo berkualitas 7.6 megapixel pada saat sedang merekam video HD.
“Sebagai pimpinan di bidang camcorder High Definition, Sony terus berupaya untuk mengembangkan dan memperbanyak jajaran Handycam dengan tujuan untuk memberikan teknologi imaging yang sesuai dengan keinginan konsumen,” ucap Mr. Kazuo Sawachi, General Manager, Marketing Division Head, PT Sony Indonesia. “HDR-CX12 mendefinisikan kembali konsep camcorder dengan Handycam pertama yang berteknologi Smile Shutter dan Face Detection.”
Agar hasil gambar yang jernih selaras dengan hasil kualitas audionya, zoom microphone yang terdapat pada camcorder ini menawarkan suara surround yang dapat mengimbangi hasil resolusi gambarnya yang tinggi. Berkat dukungan 5.1 channel Dolby Digital surround sound, zoom microphone memfokuskan pengambilan suara dengan meningkatkan volume suara pada saat penggunanya merekam dan sedang zoom ke obyek pengambilan gambarnya. Hasil kualitas audio rekaman yang didapatkan akan terdengar jernih dan jelas. Dengan menggunakan wireless microphone yang dijual terpisah, penggunanya akan dapat merekam suara dari kejauhan dengan tepat, bahkan di lokasi berkondisi padat sekalipun.
Seperti pada pendahulunya, Handycam ini dibuat dengan memikirkan kemudahan pengambilan video dan pemutaran kembali. Dengan fitur BRAVIA Sync, video dan photo dari Handycam dapat dilihat langsung pada TV LCD BRAVIA yang kompatibel cukup dengan menyambungkan kedua alat menggunakan kabel HDMI dan remote control BRAVIA. Konsumen juga akan dapat melihat gambar-gambar photo yang sangat terperinci, lebih ekspresif, dengan warna dan tekstur lembut berkat adanya fungsi Photo TV HD. Fungsi ini dapat digunakan hanya dengan menyambungkan Handycam dengan TV LCD BRAVIA yang kompatibel menggunakan kabel HDMI atau kabel komponen audio video.
Posted at 06:11 | Label: Camera Digital, Technology Digital |
Canon Meluncurkan Jajaran Camcorder Digital Baru

Canon Meluncurkan Jajaran Camcorder Digital Baru nan Canggih. Camcorder Canon ini agak berat ke sisi kanan. Maklum, di situlah tempat kaset miniDV-nya, yang juga akan kita cengkeram saat mengoperasikan camcorder.
Seperti biasa pada produk Canon, menu on-screen-nya jelas, dan tataletak tombolnya cukup baik. Tombol Record dan Play diberi pengenal, sementara tombol-tombol lain yang sering dipakai mudah dicapai. Untuk review cepat, pengaturan audio dan exposure, tersedia sebuah joystick kecil. Port mikropon eksternal dan lampu video juga tersedia. Konektor HDMI, FireWire, USB, Hotshoe? Juga ada.
LCD camcorder ini cukup terang dilihat pada kondisi cahaya matahari. Namun jika terasa kurang jelas, kita tinggal menambah tingkat brightness – walaupun ini berarti menguras daya batere sekitar 10 menit.
HV30 menggunakan kendali otofokus InstantAF yang menggunakan sensor eksternal kedua di bagian depan camcorder untuk menyesuaikan fokus kasar sehingga prosesor utama cuma perlu mengurusi fokus secara halus. Alhasil fokus HV30 cukup cepat, kendati belum tentu sesuai dengan yang kita inginkan. Jika tidak membutuhkannya, nonaktifkan saja fasilitas itu. Toh, kita bisa mengatur fokus secara manual dengan tombol Focus. Namun menurut kami penempatan tombol yang di depan layar LCD yang terbuka itu kurang tepat. Sebab saat dibutuhkan, kita harus meraba-raba untuk memutarnya ke atas/bawah.
Yang menarik, kita bisa merekam klip ala bioskop – 25 frame progresif per detik - di sini. Dikombinasikan dengan modus Cine, wah hasilnya - efek motion blur ala film - bisa menakjubkan. Namun jika kita menyerahkan segalanya ke modus rekam default HDV, hasil rekamannya akan menjadi 1920x1080i.
Pada modus makro maupun dengan zoom optikal 10X-nya, hasil bidikan tampak sangat baik. Warna tampak seimbang dan sesuai aslinya. Detailnya tajam. Graininess atau noise absen/kurang kendati kondisi cahaya kurang mendukung. Pada kondisi ini, otofokusnya agak kurang baik bekerja.
Seperti biasa pada produk Canon, menu on-screen-nya jelas, dan tataletak tombolnya cukup baik. Tombol Record dan Play diberi pengenal, sementara tombol-tombol lain yang sering dipakai mudah dicapai. Untuk review cepat, pengaturan audio dan exposure, tersedia sebuah joystick kecil. Port mikropon eksternal dan lampu video juga tersedia. Konektor HDMI, FireWire, USB, Hotshoe? Juga ada.
LCD camcorder ini cukup terang dilihat pada kondisi cahaya matahari. Namun jika terasa kurang jelas, kita tinggal menambah tingkat brightness – walaupun ini berarti menguras daya batere sekitar 10 menit.
HV30 menggunakan kendali otofokus InstantAF yang menggunakan sensor eksternal kedua di bagian depan camcorder untuk menyesuaikan fokus kasar sehingga prosesor utama cuma perlu mengurusi fokus secara halus. Alhasil fokus HV30 cukup cepat, kendati belum tentu sesuai dengan yang kita inginkan. Jika tidak membutuhkannya, nonaktifkan saja fasilitas itu. Toh, kita bisa mengatur fokus secara manual dengan tombol Focus. Namun menurut kami penempatan tombol yang di depan layar LCD yang terbuka itu kurang tepat. Sebab saat dibutuhkan, kita harus meraba-raba untuk memutarnya ke atas/bawah.
Yang menarik, kita bisa merekam klip ala bioskop – 25 frame progresif per detik - di sini. Dikombinasikan dengan modus Cine, wah hasilnya - efek motion blur ala film - bisa menakjubkan. Namun jika kita menyerahkan segalanya ke modus rekam default HDV, hasil rekamannya akan menjadi 1920x1080i.
Pada modus makro maupun dengan zoom optikal 10X-nya, hasil bidikan tampak sangat baik. Warna tampak seimbang dan sesuai aslinya. Detailnya tajam. Graininess atau noise absen/kurang kendati kondisi cahaya kurang mendukung. Pada kondisi ini, otofokusnya agak kurang baik bekerja.
Posted at 06:09 | Label: Camera Digital, Technology Digital |
Handphone K-Touch D186 China dengan Dual GSM

Negara China dengan penduduk 1,5 milyard terpadat di dunia selama ini dikenal sebagai pembajak software nomor satu dunia, namun seiring waktu di tepisnya tuduhan itu, Perkembangan sains dan teknologi mutakhir Cina juga mengesankan, terbukti setiap peluncuran produk handphone selalu di tunggu dan di banjiri penonton. kelebihan yang utama harga yang murah.sebagian dari teknologi Cina sebenarnya merupakan hasil modifikasi dari teknologi negara lain. Tapi, mereka sendiri juga punya kemampuan untuk menghasilkan teknologi. "Banyak produk tehnologi dari Cina yang sudah digunakan di Indonesia. Mulai dari mesin jahit, sepeda , sampai Handphone.Tidak ada penanda di kedua slot kartu SIM; mungkin dianggap tidak penting karena toh hanya satu kartu yang aktif. Namun berdasarkan pengalaman Sinyal, slot kiri dibaca sebagai SIM A dan slot kanan sebagai SIM B.
Saat ponsel dinyalakan, tidak ada menu untuk memilih kartu mana yang aktif. Agaknya ponsel diotomatiskan agar langsung mengaktifkan kartu SIM A. Kartu SIM yang aktif bisa diubah dengan Switch SIM di Service. Karena hanya satu jaringan yang aktif, tidak tersedia cara khusus ketika menelepon.
Yang menarik, kita bisa membuat ponsel membacakan nama yang tertera di Contacts. Setting-nya ada di Phone Book * Settings * Human Voice Prompt. Fitur ini sangat berguna saat hendak menelepon sambil menyetir mobil. Selain Caller Ring Tone dan Caller Picture, di ponsel ini ada pula Caller Video. K-Touch masih memasukkan AntiSteal, Black List dan SMS Firewall.
Selain SMS dan MMS, ponsel bisa dipakai untuk ber-e-mail, Chat atau Voice MMS. Sebagian pengguna SMS mungkin perlu mencatat hal ini: bila butuh menyimpan salinan pesan yang dikirim, hanya bisa dibuat dari Write Message. Jadi, me-reply SMS di Inbox tak meninggalkan salinan di Outbox.
Kamera tidak disertai apa-apa, dan bisa diaktifkan dengan memencet tombol kamera di kanan bodi, yang langsung membuka Camera. Seperti biasa, fungsi foto (Camera) dan video (Video Recorder) terpisah dan tak ada pintasan penghubung. Setting bisa disetel dari icon yang terpampang di layar sentuh. Foto bisa diambil dengan resolusi maksimal 640x480, sedangkan video tak tersedia opsi resolusi. Oya, video yang diputar di Video Player masih bisa "dipotret" lagi dengan icon bergambar kamera di pojok kiri bawah.
Speaker bisa didapati di kiri-kanan kamera. Tombol volumenya ada di kiri bodi. Di ponsel ada Equalizer untuk membantu kualitas suara.
Ponsel ini berlayar sentuh. Namun tak akan ditemukan stylus di bagian bodi mana pun. Seperti beberapa seri sebelumnya, stylus yang disediakan berupa batangan yang bisa digantung mirip asesori ponsel. Layar sentuh ini sendiri bisa "dikunci" sehingga sentuhan tak bisa digunakan untuk mengoperasikan menu. Caranya, tinggal aktifkan Touch Panel Lock di Touch Panel Setting, dan ponsel jadi terasa "normal" layaknya ponsel biasa. Seperti biasa, di ponsel ini masih ada fitur goyang-goyang ala K-Touch untuk mengganti wallpaper.
Ada sensor cahaya di pojok kiri atas layar. Yang lebih unik lagi, kita bisa menyetel Status LED supaya berkedip dengan pola tertentu. Ini bisa disetel dari User Profiles. Nanti perhatikan kiri-kanan layar, di bagian ada aksen perak. Mirip lampu disko kan?
Sisi bawah layar sentuh tetap didominasi icon permanen bergambar rumah (untuk kembali ke menu awal), amplop (Messages), buku terbuka (Phone Book), telepon (keypad virtual), nada (User Profiles).
Kebetulan pada unit demo yang diterima Sinyal, slot MicroSD tidak terisi. Agaknya kartu memori tambahan tidak disertakan dalam paket.
Yang juga agak berbeda di ponsel ini adalah cara manual mengunci keypad. Di sini, tombol End Call harus dipencet, lalu langsung pencet Call. Sebaliknya, untuk membuka keypad, pencet menu kanan dan pencet Call.
Saat ponsel dinyalakan, tidak ada menu untuk memilih kartu mana yang aktif. Agaknya ponsel diotomatiskan agar langsung mengaktifkan kartu SIM A. Kartu SIM yang aktif bisa diubah dengan Switch SIM di Service. Karena hanya satu jaringan yang aktif, tidak tersedia cara khusus ketika menelepon.
Yang menarik, kita bisa membuat ponsel membacakan nama yang tertera di Contacts. Setting-nya ada di Phone Book * Settings * Human Voice Prompt. Fitur ini sangat berguna saat hendak menelepon sambil menyetir mobil. Selain Caller Ring Tone dan Caller Picture, di ponsel ini ada pula Caller Video. K-Touch masih memasukkan AntiSteal, Black List dan SMS Firewall.
Selain SMS dan MMS, ponsel bisa dipakai untuk ber-e-mail, Chat atau Voice MMS. Sebagian pengguna SMS mungkin perlu mencatat hal ini: bila butuh menyimpan salinan pesan yang dikirim, hanya bisa dibuat dari Write Message. Jadi, me-reply SMS di Inbox tak meninggalkan salinan di Outbox.
Kamera tidak disertai apa-apa, dan bisa diaktifkan dengan memencet tombol kamera di kanan bodi, yang langsung membuka Camera. Seperti biasa, fungsi foto (Camera) dan video (Video Recorder) terpisah dan tak ada pintasan penghubung. Setting bisa disetel dari icon yang terpampang di layar sentuh. Foto bisa diambil dengan resolusi maksimal 640x480, sedangkan video tak tersedia opsi resolusi. Oya, video yang diputar di Video Player masih bisa "dipotret" lagi dengan icon bergambar kamera di pojok kiri bawah.
Speaker bisa didapati di kiri-kanan kamera. Tombol volumenya ada di kiri bodi. Di ponsel ada Equalizer untuk membantu kualitas suara.
Ponsel ini berlayar sentuh. Namun tak akan ditemukan stylus di bagian bodi mana pun. Seperti beberapa seri sebelumnya, stylus yang disediakan berupa batangan yang bisa digantung mirip asesori ponsel. Layar sentuh ini sendiri bisa "dikunci" sehingga sentuhan tak bisa digunakan untuk mengoperasikan menu. Caranya, tinggal aktifkan Touch Panel Lock di Touch Panel Setting, dan ponsel jadi terasa "normal" layaknya ponsel biasa. Seperti biasa, di ponsel ini masih ada fitur goyang-goyang ala K-Touch untuk mengganti wallpaper.
Ada sensor cahaya di pojok kiri atas layar. Yang lebih unik lagi, kita bisa menyetel Status LED supaya berkedip dengan pola tertentu. Ini bisa disetel dari User Profiles. Nanti perhatikan kiri-kanan layar, di bagian ada aksen perak. Mirip lampu disko kan?
Sisi bawah layar sentuh tetap didominasi icon permanen bergambar rumah (untuk kembali ke menu awal), amplop (Messages), buku terbuka (Phone Book), telepon (keypad virtual), nada (User Profiles).
Kebetulan pada unit demo yang diterima Sinyal, slot MicroSD tidak terisi. Agaknya kartu memori tambahan tidak disertakan dalam paket.
Yang juga agak berbeda di ponsel ini adalah cara manual mengunci keypad. Di sini, tombol End Call harus dipencet, lalu langsung pencet Call. Sebaliknya, untuk membuka keypad, pencet menu kanan dan pencet Call.
Posted at 05:49 | Label: Gadgets and Mobile Phones |
K-Touch E60 Handphone dilengkapi Fitur PictBridge

Jangan heran apabila awal dari produk handphone dari Cina berasal dari industri rumahan yang kemudian berkembang dengan seiring dukungan pemerintah. Cina bertekad menjadi salah satu negara yang paling aktif mengembangkan Teknologi, Teknologi Cina dinilai cukup maju dalam menghasilkan produk-produk hasil usaha kecil dan menengah.Berbeda dengan kebanyakan ponsel yang pernah Sinyal coba, kamera pada ponsel K-Touch E60 dilengkapi penutup sehingga lebih aman dan bersih dari debu. Tinggal geser-putar ke kiri atau kanan untuk menutup atau membuka, tapi itu tak otomatis mengaktifkan fungsi kamera.
Lampu di dekat kamera sebetulnya diutamakan sebagai senter, meskipun dipakai pula sebagai lampu tambahan. Tombol kamera pun berfungsi ganda. Jika hanya dipencet sekali, ponsel akan mengaktifkan kamera. Tetapi bila tombol dipencet-tahan, lampu akan menyala sebagai senter. O ya, ada sensor cahaya di kiri atas layar.
Diklaim beresolusi 3MP, kita dapat mengambil foto berukuran maksimal 2048x1536 dan video berukuran maksimal 352x288. Yang patut dicatat dari setting untuk foto adalah adanya moda Close-Up di Scene Mode. Setting lain, foto maupun video, masih sama seperti umumnya ponsel lokal.
Di Camera, kita bisa mengatur setting dengan mengetuk icon di layar (termasuk menjepret foto); atau pencet keypad sesuai angka yang tertera di depan icon tadi. O ya, lensa telah dilengkapi auto-focus; tetapi agaknya hanya berfungsi di Camera.
Fasilitas pendamping yang penting diketahui adalah PictBridge. Ini sangat praktis untuk cetak foto tanpa perantaraan PC. Tinggal hubungkan ponsel via kabel data ke printer, lalu pilih PictBridge di USB Config. Bluetooth di ponsel ini bisa dipakai untuk Answering Call via Bluetooth, Listen MP3 via Bluetooth Headset dan Transfer File. Slot MicroSD tersembunyi di balik batere sehingga menyulitkan mereka yang senang cabut-pasang kartu.
Layar sentuh cukup lega untuk melihat foto maupun menonton video. Layar tidak dikorupsi oleh deretan icon permanen. Namun saat ponsel menyala, sisi bawah layar tetap ditempati deretan icon bergambar empat titik (menu utama), amplop (Messages), telepon (keypad virtual), dan orang (all contacts). Stylus yang tersimpan di ujung bawah kanan bodi mudah dijangkau. Adanya menu TV out seharusnya memungkinkan kita "menampilkan" isi layar di TV. Namun Sinyal tidak melihat port atau konektor untuk TV tersebut.
Yang menarik, navigasi berupa joystick. Namun fungsi pintasan tetap serupa, yaitu geser ke atas membuka Audio Player, bawah membuka Search Entry, kiri membuka Message History, dan kanan membuka Bluetooth. Semua pintasan dapat diubah dari Dedicated key. Memencet joystick di tengah akan membuka Shortcuts.
Tombol di atas tombol Call diperuntukkan FM Radio, sementara tombol di atas tombol End Call diperuntukkan Fun & Games. Sinyal tidak menemukan cara untuk mengubah pintasannya. Keypad bersusun 4 tombol untuk ke-3 baris. Jika membuka kunci keypad masih dengan memencet menu kanan lalu pencet Call, maka menguncinya agak beda : pencet End Call, lalu pencet Call.
Suara agaknya diberi perhatian lebih oleh K-Touch. Ada speaker tambahan di kiri-kanan bawah kamera. Tombol volume 2-arah di kiri bodi lebih nyaman bagi mereka yang kidal. Equalizer di unit demo yang Sinyal terima mantap dalam memoles suara yang dihasilkan. Masih soal efek suara, ada lagi Call Background Sound, Reverb Effect dan 3D Surround. Sekadar catatan, Reverb Effect dan 3D Surround tak bisa dipakai bersamaan.
Di luar itu, ada Time Speaker (khusus bahasa Cina) yang "membacakan" jam, InCallLeaveWord sebagai mesin penjawab telepon, Tts (Text to speech) yang membacakan nomor telepon, dan ASR (Automated Speech Recognition) dan Human Voice Prompt. Radio di ponsel bisa dijadwal agar aktif sesuai jadwal yang kita mau; selain merekam terjadwal.
Lampu di dekat kamera sebetulnya diutamakan sebagai senter, meskipun dipakai pula sebagai lampu tambahan. Tombol kamera pun berfungsi ganda. Jika hanya dipencet sekali, ponsel akan mengaktifkan kamera. Tetapi bila tombol dipencet-tahan, lampu akan menyala sebagai senter. O ya, ada sensor cahaya di kiri atas layar.
Diklaim beresolusi 3MP, kita dapat mengambil foto berukuran maksimal 2048x1536 dan video berukuran maksimal 352x288. Yang patut dicatat dari setting untuk foto adalah adanya moda Close-Up di Scene Mode. Setting lain, foto maupun video, masih sama seperti umumnya ponsel lokal.
Di Camera, kita bisa mengatur setting dengan mengetuk icon di layar (termasuk menjepret foto); atau pencet keypad sesuai angka yang tertera di depan icon tadi. O ya, lensa telah dilengkapi auto-focus; tetapi agaknya hanya berfungsi di Camera.
Fasilitas pendamping yang penting diketahui adalah PictBridge. Ini sangat praktis untuk cetak foto tanpa perantaraan PC. Tinggal hubungkan ponsel via kabel data ke printer, lalu pilih PictBridge di USB Config. Bluetooth di ponsel ini bisa dipakai untuk Answering Call via Bluetooth, Listen MP3 via Bluetooth Headset dan Transfer File. Slot MicroSD tersembunyi di balik batere sehingga menyulitkan mereka yang senang cabut-pasang kartu.
Layar sentuh cukup lega untuk melihat foto maupun menonton video. Layar tidak dikorupsi oleh deretan icon permanen. Namun saat ponsel menyala, sisi bawah layar tetap ditempati deretan icon bergambar empat titik (menu utama), amplop (Messages), telepon (keypad virtual), dan orang (all contacts). Stylus yang tersimpan di ujung bawah kanan bodi mudah dijangkau. Adanya menu TV out seharusnya memungkinkan kita "menampilkan" isi layar di TV. Namun Sinyal tidak melihat port atau konektor untuk TV tersebut.
Yang menarik, navigasi berupa joystick. Namun fungsi pintasan tetap serupa, yaitu geser ke atas membuka Audio Player, bawah membuka Search Entry, kiri membuka Message History, dan kanan membuka Bluetooth. Semua pintasan dapat diubah dari Dedicated key. Memencet joystick di tengah akan membuka Shortcuts.
Tombol di atas tombol Call diperuntukkan FM Radio, sementara tombol di atas tombol End Call diperuntukkan Fun & Games. Sinyal tidak menemukan cara untuk mengubah pintasannya. Keypad bersusun 4 tombol untuk ke-3 baris. Jika membuka kunci keypad masih dengan memencet menu kanan lalu pencet Call, maka menguncinya agak beda : pencet End Call, lalu pencet Call.
Suara agaknya diberi perhatian lebih oleh K-Touch. Ada speaker tambahan di kiri-kanan bawah kamera. Tombol volume 2-arah di kiri bodi lebih nyaman bagi mereka yang kidal. Equalizer di unit demo yang Sinyal terima mantap dalam memoles suara yang dihasilkan. Masih soal efek suara, ada lagi Call Background Sound, Reverb Effect dan 3D Surround. Sekadar catatan, Reverb Effect dan 3D Surround tak bisa dipakai bersamaan.
Di luar itu, ada Time Speaker (khusus bahasa Cina) yang "membacakan" jam, InCallLeaveWord sebagai mesin penjawab telepon, Tts (Text to speech) yang membacakan nomor telepon, dan ASR (Automated Speech Recognition) dan Human Voice Prompt. Radio di ponsel bisa dijadwal agar aktif sesuai jadwal yang kita mau; selain merekam terjadwal.
Posted at 05:42 | Label: Gadgets and Mobile Phones |
K-Touch A7713 Handphone Minimalis Namun Kualitas Tidak Minim

Negara Tirai Bambu China benar-benar siap manjadi negara teknologi Handphone. K-Touch, perusahaan telepon selular asal Cina Tapi seiring dengan berjalannya waktu, kualitas produk tersebut terus membaik dengan inovasi yang mengagumkan
Selain mengenalkan ponsel berkamera 8 megapiksel, K-Touch juga bakal meluncurkan 4 ponsel terbarunya. Tentunya, masing-masing ponsel mengusung keunggulan tersendiri dibanding ponsel sejenis. Ponsel-ponsel ini antara lain: K-Touch A7713, A660, D770 dan DT80.K-Touch A660 merupakan ponsel multimedia dengan casing metal di back cover-nya. Dengan casing seperti itu, tampilan produk ini menjadi lebih elegan dan terlihat futuristik.SMS bisa diketik sampai 612 karakter per pesan. Handwriting tetap dapat dipakai untuk menulis pesan. Seperti biasa, reply pesan di Inbox tak meninggalkan salinan di Outbox. Untuk bertelepon, K-Touch hanya menyiapkan Caller Picture dan Caller Ring Tone. Tapi tetap ada Schedule Power On/Off.
Ada Leave Word; ketika ini diaktifkan, Waiting Time-nya bisa disetel antara 15-50 detik. Untuk Prompt Tone, tersedia opsi 2 Preset Tone dan Custom Tone hasil rekaman sendiri. Ingin mengisengi penelepon? Ada Background Call Sound di ponsel ini. Sayang, hanya 5 slot yang tersedia, dan 3 slot diantaranya sudah diisi sendiri oleh K-Touch. Di ponsel ini juga tersedia Theft Track (anti maling).
Untuk seri dual on, diperkenalkan juga K-Touch D770. Ponsel ini dapat berjalan di dua jaringan GSM sekaligus. Dan bukan hanya itu, pada kedua SIM Card GSM dapat juga disetting GPRS/MMS
K-Touch juga memperkenalkan seri DT08, yang dapat berjalan pada dua jaringan GSM sekaligus. Ponsel ini ditambahkan dengan fitur TV analog yang menjadi fitur unggulan. Seperti sudah diketahui kemampuan fitur TV ponsel-ponsel K-TOUCH selama ini dikenal sangat baik dalam menangkap sinyal dan menampilkan kualitas gambar.
Selain mengenalkan ponsel berkamera 8 megapiksel, K-Touch juga bakal meluncurkan 4 ponsel terbarunya. Tentunya, masing-masing ponsel mengusung keunggulan tersendiri dibanding ponsel sejenis. Ponsel-ponsel ini antara lain: K-Touch A7713, A660, D770 dan DT80.K-Touch A660 merupakan ponsel multimedia dengan casing metal di back cover-nya. Dengan casing seperti itu, tampilan produk ini menjadi lebih elegan dan terlihat futuristik.SMS bisa diketik sampai 612 karakter per pesan. Handwriting tetap dapat dipakai untuk menulis pesan. Seperti biasa, reply pesan di Inbox tak meninggalkan salinan di Outbox. Untuk bertelepon, K-Touch hanya menyiapkan Caller Picture dan Caller Ring Tone. Tapi tetap ada Schedule Power On/Off.
Ada Leave Word; ketika ini diaktifkan, Waiting Time-nya bisa disetel antara 15-50 detik. Untuk Prompt Tone, tersedia opsi 2 Preset Tone dan Custom Tone hasil rekaman sendiri. Ingin mengisengi penelepon? Ada Background Call Sound di ponsel ini. Sayang, hanya 5 slot yang tersedia, dan 3 slot diantaranya sudah diisi sendiri oleh K-Touch. Di ponsel ini juga tersedia Theft Track (anti maling).
Untuk seri dual on, diperkenalkan juga K-Touch D770. Ponsel ini dapat berjalan di dua jaringan GSM sekaligus. Dan bukan hanya itu, pada kedua SIM Card GSM dapat juga disetting GPRS/MMS
K-Touch juga memperkenalkan seri DT08, yang dapat berjalan pada dua jaringan GSM sekaligus. Ponsel ini ditambahkan dengan fitur TV analog yang menjadi fitur unggulan. Seperti sudah diketahui kemampuan fitur TV ponsel-ponsel K-TOUCH selama ini dikenal sangat baik dalam menangkap sinyal dan menampilkan kualitas gambar.
Posted at 05:32 | Label: Gadgets and Mobile Phones |
Hitech Mobile ( indonesia punya ) Luncurkan Produk Ponsel Seri H71

HiTech produk asli negara Indonesia ? pasti pertanyaan yang sama di benak anda. Hitech Mobile adalah vendor ponsel baru dengan merek lokal (ponsel merek Indonesia) walaupun Hitech Mobile adalah merek baru, orang-orang yg bergerak di dalamnya adalah orang lama. PT. Tirta Citra Nusantara sebagai pemegang merek dan distributor & PT. Dian Graha Elektrika sebagai pengelola layanan purna jual sudah berkecimpung dalam dunia ponsel Indonesia lebih dari 10 tahun sebagai ATPM dan distributor merek-merek internasional. Pada unit demo yang Sinyal terima, slot kartu yang kiri ditandai SIM2 dan yang kanan ditandai SIM1. Bagi Sinyal, ini sedikit mengganggu, karena SIM berkonotasi GSM; padahal ponsel ini mengusung GSM-CDMA. Ingat baik-baik, pasang UIMcard di kiri dan SIMcard di kanan. Kalau salah pasang, ponsel tidak berfungsi; khususnya telepon, SMS dan Phone Book.
SIM card bisa diakses via Bluetooth menggunakan Remote SIM Mode di Entertainment > Extra > Bluetooth > Setting. Phone2, alias nomor CDMA, bisa disetel agar otomatis aktif saat ponsel dinyalakan. Buka Settings > Dual Phone Setting, lalu pilih Open di Auto Power On Phone2. Ada juga setting Manually Power On/Off (Open/Close).
HiTech memisahkan Call Setup : Call Setup untuk GSM dan Phone2 Call Setup untuk CDMA. H71 hanya menyediakan Caller Picture dan Caller Ring Tone. Sementara Schedule Power On/Off dan Flight Mode tetap ada.
Bertelepon pun gampang karena HiTech memberikan sepasang tombol Call; yang kiri (bertanda G) untuk nomor GSM dan yang kanan (bertanda C) untuk nomor CDMA. Tombol End Call-nya pun sepasang. Tetapi yang sekaligus berfungsi sebagai tombol On-Off hanyalah yang kanan.
Di Inbox, SMS dari CDMA bisa dibedakan dengan dari GSM dari huruf C di depan pesan. Seperti biasa, me-reply pesan di Inbox tak meninggalkan salinan di Outbox. Kita bisa menyalin atau memindah SMS antara ponsel dan kartu. Tetapi di Phone book, kita bisa menyalin data nomor antarkartu, selain antara memori ponsel dan kartu.
TV adalah ciri khas HiTech. Ponsel ini pun tak lupa menyediakan fungsi tersebut. Ada tombol pintasnya di kanan bodi dan palang penyangga di belakang bodi. Antena di pojok kanan bawah bodi saat ponsel dalam posisi vertikal memang agak mengganggu; tetapi tidak menjadi masalah bila ponsel sudah diletakkan dalam posisi horisontal.
Kita bisa merekam siaran TV; tinggal pencet tombol tengah navigasi. Perhatikan, kita hanya bisa merekam saat layar dalam moda jendela. Yang menarik perhatian justru adalah pemanfaatan sensor gerak. Layar otomatis berubah horisontal ketika ponsel diletakkan di meja, misalnya. Kita juga bisa pindah saluran hanya dengan mengguncang ponsel.
Sensor gerak ini juga dipakai dalam game, seperti Maze ball dan Constellation mythology. Atau ketika mengganti latar layar. Pengaturan sensor ini dilakukan dari Settings > Phone Setup > Motion Sensor Setting.
Speaker utama ada di kiri-kanan kamera+cermin. Suara, seperti biasa, terdengar nyaring pada volume normal dan cenderung pecah pada volume maksimal. Pilihan lainnya, pakai headset. Jack headset ada di kiri bodi, rukun berdampingan dengan port kabel data. Kedua lubang ini disembunyikan cover karet yang sama. Tombol volume 2-arah ada di kanan bodi, persis bersebelahan dengan tombol TV.
Kamera hanya disertai cermin. Tombol pintas kamera juga tidak ada. Namun kita bisa mengatur setting dengan icon dalam layar maupun keypad. Foto bisa diambil dengan Image Size maksimal 640x480. Sementara video bisa direkam dengan File Size Limit dan Rec Time Limit tergantung kapasitas memori yang tersedia. Tentu saja bisa tentukan suara ikut direkam atau tidak. Selain untuk jeprat-jepret, kamera juga bisa dijadikan Webcam ketika ponsel dikoneksi ke PC via kabel data.
Slot MicroSD bisa dijumpai di kiri bodi pula, agak bawah. Pada unit demo, kartu memorinya tidak langsung dikenali sewaktu dipasang. Karena tidak ada fungsi refresh atau plug-n-play, kita harus me-restart ponsel. Koneksi ke PC juga memungkinkan kita memakai ponsel sebagai storage (opsi Mass Storage). Jika MicroSD terpasang, ponsel akan terbaca sebagai 2 drive.
Ponsel juga bisa dijadikan modem (opsi COM Port). Kebetulan pada unit demo yang kami terima, setting operator sudah tersedia. Stylus yang tersembunyi di pojok kiri bawah mungkin agak menyulitkan bagi sebagian pengguna.
SIM card bisa diakses via Bluetooth menggunakan Remote SIM Mode di Entertainment > Extra > Bluetooth > Setting. Phone2, alias nomor CDMA, bisa disetel agar otomatis aktif saat ponsel dinyalakan. Buka Settings > Dual Phone Setting, lalu pilih Open di Auto Power On Phone2. Ada juga setting Manually Power On/Off (Open/Close).
HiTech memisahkan Call Setup : Call Setup untuk GSM dan Phone2 Call Setup untuk CDMA. H71 hanya menyediakan Caller Picture dan Caller Ring Tone. Sementara Schedule Power On/Off dan Flight Mode tetap ada.
Bertelepon pun gampang karena HiTech memberikan sepasang tombol Call; yang kiri (bertanda G) untuk nomor GSM dan yang kanan (bertanda C) untuk nomor CDMA. Tombol End Call-nya pun sepasang. Tetapi yang sekaligus berfungsi sebagai tombol On-Off hanyalah yang kanan.
Di Inbox, SMS dari CDMA bisa dibedakan dengan dari GSM dari huruf C di depan pesan. Seperti biasa, me-reply pesan di Inbox tak meninggalkan salinan di Outbox. Kita bisa menyalin atau memindah SMS antara ponsel dan kartu. Tetapi di Phone book, kita bisa menyalin data nomor antarkartu, selain antara memori ponsel dan kartu.
TV adalah ciri khas HiTech. Ponsel ini pun tak lupa menyediakan fungsi tersebut. Ada tombol pintasnya di kanan bodi dan palang penyangga di belakang bodi. Antena di pojok kanan bawah bodi saat ponsel dalam posisi vertikal memang agak mengganggu; tetapi tidak menjadi masalah bila ponsel sudah diletakkan dalam posisi horisontal.
Kita bisa merekam siaran TV; tinggal pencet tombol tengah navigasi. Perhatikan, kita hanya bisa merekam saat layar dalam moda jendela. Yang menarik perhatian justru adalah pemanfaatan sensor gerak. Layar otomatis berubah horisontal ketika ponsel diletakkan di meja, misalnya. Kita juga bisa pindah saluran hanya dengan mengguncang ponsel.
Sensor gerak ini juga dipakai dalam game, seperti Maze ball dan Constellation mythology. Atau ketika mengganti latar layar. Pengaturan sensor ini dilakukan dari Settings > Phone Setup > Motion Sensor Setting.
Speaker utama ada di kiri-kanan kamera+cermin. Suara, seperti biasa, terdengar nyaring pada volume normal dan cenderung pecah pada volume maksimal. Pilihan lainnya, pakai headset. Jack headset ada di kiri bodi, rukun berdampingan dengan port kabel data. Kedua lubang ini disembunyikan cover karet yang sama. Tombol volume 2-arah ada di kanan bodi, persis bersebelahan dengan tombol TV.
Kamera hanya disertai cermin. Tombol pintas kamera juga tidak ada. Namun kita bisa mengatur setting dengan icon dalam layar maupun keypad. Foto bisa diambil dengan Image Size maksimal 640x480. Sementara video bisa direkam dengan File Size Limit dan Rec Time Limit tergantung kapasitas memori yang tersedia. Tentu saja bisa tentukan suara ikut direkam atau tidak. Selain untuk jeprat-jepret, kamera juga bisa dijadikan Webcam ketika ponsel dikoneksi ke PC via kabel data.
Slot MicroSD bisa dijumpai di kiri bodi pula, agak bawah. Pada unit demo, kartu memorinya tidak langsung dikenali sewaktu dipasang. Karena tidak ada fungsi refresh atau plug-n-play, kita harus me-restart ponsel. Koneksi ke PC juga memungkinkan kita memakai ponsel sebagai storage (opsi Mass Storage). Jika MicroSD terpasang, ponsel akan terbaca sebagai 2 drive.
Ponsel juga bisa dijadikan modem (opsi COM Port). Kebetulan pada unit demo yang kami terima, setting operator sudah tersedia. Stylus yang tersembunyi di pojok kiri bawah mungkin agak menyulitkan bagi sebagian pengguna.
Posted at 05:24 | Label: Gadgets and Mobile Phones |
Subscribe to:
Posts (Atom)






